Workshop CBCP Libatkan 309 Orang di 15 Desa Tingkatkan Kapasitas Peserta

banner 120x600

Mataram, DS-Workshop Pengembangan Sistem Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat (CBCP) melibatkan 309 warga di 15 desa sasaran program Berani II yang digelar LPA NTB. Kegiatan bertujuan membangun kepedulian masyarakat untuk merespon perkawinan anak dan kekerasan terhadap anak.

Kegiatan ini diikuti oleh 309 orang peserta yang terdiri dari 224 orang laki-laki dan 85 orang perempuan dan berlangsung sejak tanggal 10 Oktober hingga 6 November 2024.

Sebanyak 15 desa sasaran meliputi Desa Aik Dewa dan Desa Jurit (Kecamatan Pringgasela), Desa Lendang Nangka, Desa Lendang Nangka Utara, dan Desa Paok Motong (Kecamatan Masbagik) di Kabupaten Lombok Timur.

Desa Tanak Beak dan Desa Aik Bukak (Kecamatan Batukliang Utara), Desa Selebung (Kecamatan Batukliang), Desa Bangket Parak dan Desa Teruwai (Kecamatan Pujut) – Kabupaten Lombok Tengah

Desa lainnya Bayan dan Desa Senaru (Kecamatan Bayan), Desa Jenggala, Desa Sokong, dan Desa Sigar Penjalin (Kecamatan Tanjung) Kabupaten Lombok Utara.

Peserta yang mengikuti kegiatan workshop CBCP terdiri atas unsur aparat desa, perwakilan BPD, kader Posyandu aktif, konselor, perwakilan TPPKK Desa, perwakilan tokoh adat, perwakilan remaja, perwakilan kepala dusun aktif/peduli persoalan perempuan dan anak.

Hasil Pretest dan Postest

Sekretaris LPA NTB, Sukran Hasan, mengemukakan dalam workshop CBCP dilakukan pula pretest dan postest. Hasilnya menunjukkan terdapat peningkatan kapasitas peserta dalam memahami dan merespon kasus perkawinan anak dan kekerasan terhadap anak.

Dari jumlah peserta sebanyak 309 orang (laki-laki 224 orang, perempuan: 85 orang), diperoleh angka peserta yang meningkat kapasitasnya 77% (238 orang). Rinciannya, laki-laki: 158 orang (70% dari total laki-laki) sedangkan perempuan 80 orang (94% dari total perempuan)

Menurut Sukran, workshop CBCP berhasil meningkatkan kapasitas peserta dalam memahami dan merespon kasus perkawinan anak dan kekerasan terhadap anak.

” Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan ini efektif dalam membangun kepedulian masyarakat untuk merespon isu-isu tersebut. Oleh karena itu, kegiatan ini perlu dilanjutkan dan diperluas untuk mencapai lebih banyak masyarakat, ” paparnya. Ian