KLU,DS- Universitas Gunung Rinjani (UGR) dan Unmas (Universitas Mahasaraswati) melakukan pengabdian di Desa Rempek Darusalam bersama kelompok Harapan dan kelompok KUPS Mentari Darusalam. Kegiatan bertema “Penerapan Solar Dryer House dan Pupuk Organik Padat Limbah Kopi sebagai Upaya Peningkatan Produksi Kopi dan Olahannya di Desa Rempek Darussalam Kabupaten Lombok Utara”, berlangsung 1 sampai 4 November 2024.
Progam KOSABANGSA tersebut didanai Ditjen Diktiristek melalui Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM), guna menjembatani kolaborasi dalam pengembangan dan penerapan IPTEKS yang dihasilkan oleh perguruan tinggi untuk dapat dimanfaatkan bagi kebutuhan masyarakat pada wilayah tertinggal. Hadir kepala Desa Rempek Darusalam, kelompok tani harapan dengan anggota 19 orang dan kelompok UPS Mentari Darusalam dengan 23 orang.

Ketua Pelaksana, Ikhwanwadi, mengemukakan tujuanya dilaksanakannya KOSABNGSA sebagai upaya menciptakan kegiatan pembangunan pertanian yang komprehensif dari proses budidaya hingga pasca-panen dan pengembangan ekonomi kelompok.
Pihaknya memandang salah satu produk pertanian sepertilimbah kopi masih menjadi masalah utama di sektor pertanian. Limbah ini kerap kali dibuang begitu saja. Sehingga, diperlukan pendekatan pertanian yang terintegrasi agar optimal dan mendukung keberlanjutan lingkungan.
“Salah satu solusi yang bisa diterapkan adalah dengan mengolah limbah kopi menjadi pupuk padat. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi jumlah limbah yang terbuang sekaligus memberikan manfaat bagi kesuburan tanah dan lingkungan,” katanya.
Dengan demikian, lanjut Ikhwanwadi, pengelolaan limbah kopi tidak hanya mengurangi polusi tetapi juga berpotensi meningkatkan produktivitas pertanian melalui pemanfaatan pupuk organik hasil daur ulang limbah tersebut.
Selain itu, tim KOSABANGSA juga melaksanakan acara penyerahan dan penandatanganan bantuan mesin kepada dua kelompok tani di Desa Rempek Darussalam, yaitu Kelompok Tani Harapan Darussalam. Bantuan yang diserahkan meliputi mesin yang akan membantu meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja para petani, di antaranya mesin giling cacah, mesin potong rumput dan mesin penggembur tanah. Bantuan ini diharapkan bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan lahan pertanian.
“Inisiatif ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung pertanian yang lebih modern dan berkelanjutan sejalan dengan visi KOSABANGSA dalam memberdayakan masyarakat desa di wilayah yang tertinggal,” cetusnya.
Sedangkan untuk kelompok KUPS Mentari Darusalam yang bergerak di bidang olahan kopi bubuk sering menemui kendala penjemuran kopi secara manual. Curah hujan yang tiinggi dapat menyebabkan bakteri dan jamur pada biji kopi yang dijemur sehingga menimbulkan kerugian. Untuk itu diperlukan green house dan mesin huller untuk terus menjaga kualitas biji kopi kering.
“Kelebihannya menggunakan green house dengan mesin sollar huleer untuk menjaga suhu tetap optimal dapat di atur sesaui dengan kebutuhan suhu yang diperlukan,” terang Ikhwanwadi.
Kepala Desa Rempek Darusalam. Mulyadi. mengapresiasi kegiatan KOSABANGSA yang mampu memberikan hal terbaik bagi masyarakat. Kata dia, mayoritas warganya adalah pertanian perkebunan.
“Selama ini masyarakat kita selalu melakukan pupuk sintesis dalam kegiatan usahanya, sehingga kedepan kita mampu dalam mengembangkan pertanian yang berkelanjutan yaitu ramah lingkungan,” katanya.
Dalam teknologi peningkatan produksi dan menjaga kualitas kopi yang dihasilkan, kata dia, dapat menghasilkan ekonomi yang tinggi bagi masyarakat.
“Adanya pengeringan solar panel dapat terus mengembangkan dan memproduksi kopi tanpa terkendala cuaca,” ujar Mulyadi. hm














