Dukcapil Lotim Tuntaskan Dokumen Adminduk 15 ODGJ

banner 120x600

Selong,DS- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Lombok Timur terus menunjukkan komitmennya dalam memastikan seluruh warga negara, termasuk kelompok rentan seperti Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), memiliki dokumen administrasi kependudukan (Adminduk) yang sah.

Kepemilikan data dan dokumen adminduk menjadi suatu hal yang penting agar hak-hak sipil warga negara terlindungi dan mereka dapat mengakses layanan publik seperti kesehatan dan lainya. Dengan data adminduk yang akurat termasuk data ODGJ memudahkan pemerintah dalam menyusun dan mengarahkan program intervensi lintas sektoral yang lebih tepat dan efektif

Selama periode Januari hingga 30 April 2025, Dukcapil Lotim telah menyelesaikan penerbitan dokumen adminduk bagi masyarakat marginal, yakni sebanyak 91 KTP dan 77 Kartu Keluarga (KK), termasuk di dalamnya 15 ODGJ yang kini telah memiliki KTP dan KK secara lengkap.

Sekretaris Dukcapil Kabupaten Lombok Timur, Arfani M Masany,  mengatakan pihaknya terus mengembangkan layanan inklusif melalui berbagai inovasi, salah satunya program “Tuak Manis” (Tuntas Adminduk bagi Masyarakat Marginal dan Disabilitas).

“Alhamdulillah, seluruh penduduk marginal yang dilaporkan, termasuk ODGJ, telah diselesaikan adminduknya,” ucapnya, Rabu (21/5/2025)

Meski demikian, ia menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjangkau kelompok rentan ini.

“Dukcapil tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan kolaborasi antara Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Pemerintah Des dan Kelurahan, NGO, hingga komunitas pemerhati asyarakat marginal agar mereka dapat mengakses adminduk dengan baik karena tidak bisa Dukcapil sendiri menyelesaikannya,” tambahnya.

Di lapangan, banyak tantangan yang dihadapi, seperti masyarakat marginal yang tinggal di daerah terpencil yang sulit dijangkau kendaraan maupun sinyal jaringan komunikasi data SIAK. Selain itu, masih banyak ditemukan ODGJ terlantar tanpa identitas apapun, sehingga menyulitkan proses pendataan dan penerbitan dokumen.

“Kami juga kerap menghadapi kesulitan dalam proses perekaman data, terutama untuk ODGJ dan penyandang disabilitas yang memiliki keterbatasan fisik dan psikis. Bahkan, ada yang sampai menyerang petugas dan merusak peralatan,” jelasnya.

Saat ini, tim “Tuak Manis” hanya terdiri dari satu tim dengan peralatan terbatas. Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam merespons cepat setiap laporan masyarakat.

Meski penuh tantangan, Dukcapil Lotim menegaskan komitmennya untuk terus mendekatkan pelayanan kepada masyarakat marginal demi memastikan hak-hak sipil seluruh warga tetap terjaga.li