Puisi-puisi Dienullah Rayes

H.Dienullah Rayes
banner 120x600

CINTA GANDA

1.

Cinta kita sederhana saja
Langit kalbumu biru
Laut sukmaku pun biru melulu
Cinta kita sinar dan cahaya
Pesta mesra di lahan badan batin
Mentari rembulan kita
Wahid sinar,alif cahaya.

2.

Cinta kita
Dua batang tubuh satu ruh
Yang mencintai Maha Mewangi
Kita pun cinta dan ikhlas hanya Dia,tiada dua
Karena kuasa Mu
Tak terukur mata kata – kata
Dia Maha Tinggi dan Maha Fitri.

3.

Kalau aku pulang
Karena takdir panggilan
Maha Cinta
Tanpa mengetuk pintu rindu
Aku sudah tiba di kamar sinar barzakh
Karena cinta semesta Dia jua
Bukan selain Engkau.
Yang Maha Biru.

Pulau Sumbawa diawali Sumbawabesar NTB
Senin — menyemin 2 Februari 2026.

 

MELALUI AKSARA BIRU.

1.
Melalui aksara biru
Aku setetes embun di pucuk rerumputan
Yang mengilau cahaya kuning gading
Hamparan rumput – rumputan hijau menawan
Adalah selimut bumi yang membumi.

Pun sebutir bintang bersinar terang
Dalam alam terbentang selalu berkedipan
Namanya planet venus yang humanis
Terpandang terang dari bumi kelahiran para insan
Terlihat jelas di timur pagi hari
Bagian barat terpahat sore hari.

2.
Melalui aksara biru
Aku anak – anak burung laut
Sang camar terjun lancip di pucuk ombak
Menjempit ikan teri di paruhnya
Lalu disuapi ke mulut anak – anaknya
Himgga urat perut terisi gizi pagi hari
Sarapan,makan siang dan makan malam
Berjalan aman warisan seketurunan.

Anak – anak ayam selalu dibayangi induknya
Dicakar – cakari debu bila kelihatan kepingan makanan
Gegas sang anak mencotokmya.

Kalau sang elang terbang merendah
Secepat kilat anak – ayam sembunyi di balik selimut sayap indukmya
Warisan instink dari seketurunan warga unggas.

3.
Melalui aksara biru
Aku tak benci orang yang mencibir dan berpaling terhadap saudara sesamanya
Karena suatu waktu dia jumpai kesadararan jati diri yang fitri
Akhirnya terjadi Perkariban akrab yang Maha Rabb
Atas jempolan dan senyuman
Bukankah kita sama – sama hamba Tuhan
Dalam suara dan warna yang sama

Aku menata kata-kata
Di taman para sufi biar masyarakat pembaca tersentuh dalam renungan
Hingga mereguk mata air kearifan Tuhan yang menuntun
Hidup itu sebaiknya dalam persaudaraan dan perkariban yang diredhoinya
Penuh ampunan dan cinta kasihNya.

4.
Melalui aksara biru
Aku ini debu halus di bawah
Telapak kaki langitmu

Pun hidupku bila takdir mengukir
umur
Yang usia mengarah anak fana
Adalah debu di atas debu Mu

Pulau Sumbawa di bawah.emper langit biru
Sabtu – tugu 31Januari 2026.

 

GELAP YANG SENYAP.

I.
Manusia yang manusiawi itu
Sarang masalah kecil – besar dalam hidupnya
Yang bisa selesai dan yang tak
Lalu lari dan sembunyi dalam.sunyi.

II
Ada yang sembunyi di balik kelambu siang
Pun ada yang terbang lewat pesawat
Tinggal di anak – anak benua yang aman
Kata kalbunya yang ragu -ragu.

III
Padahal sesungguh pelarian itu
Sebuah ketakutan dalam diri
Atas petunjuk iblis bernapsu linggis
Resah — gelisah menikam jantung tergantung
Dia maling malang karena mencuri sekian milyar uang rakyat
Yang duka nurani
Pun yang Indonesiawi

Pulau Sumbawa di bawah kaki langit
30 Januari 2026.