Cuaca Tak Menentu Sebabkan Tanaman Tomat Petani di Lombok Timur Mati

banner 120x600

Selong, DS- Peralihan musim dari kemarau menuju penghujan yang terjadi saat ini menyebabkan sejumlah komoditas pertanian, termasuk tomat, mengalami kekeringan. Banyak tanaman tomat milik petani di Lombok Timur (Lotim) dilaporkan mulai mati akibat kondisi cuaca yang tidak menentu.

Kematian tanaman tomat ini mulai teramati dalam beberapa hari terakhir. Beberapa petani, termasuk Deni Nurwahid Abi dari Pringgasela, mengungkapkan bahwa pohon tomat yang seharusnya sudah mulai berbuah kini banyak yang mati.

“Kami belum bisa memastikan penyebab pastinya, tetapi kami curiga ini disebabkan oleh cuaca,” ungkap Deni pada Jumat (15/10/2024). Ia menjelaskan bahwa biasanya, ia dapat panen hingga tujuh kali dari satu kali tanam, namun kini ia ragu akan bisa mencapai jumlah tersebut.

“Biasanya, setelah tujuh kali panen baru tanaman mati, tapi sekarang, setelah tiga kali panen, banyak yang sudah mati,” jelasnya. Deni menambahkan bahwa dari lahan seluas 25 are, hampir setengah tanaman tomatnya sudah mati, sementara setengahnya masih dalam keadaan baik.

Senada dengan Deni, petani lain bernama Hikmah Fitriati juga melaporkan banyak tanaman tomatnya yang mengalami kematian. Ia mencurigai bahwa selain cuaca, kondisi tanah yang tidak diolah kembali menjadi salah satu penyebab.

“Kerusakan ini mungkin juga disebabkan tanah yang tidak dibalik selama hampir setahun,” tuturnya. Meski ia rutin melakukan pemupukan dan perawatan, upaya tersebut tampaknya tidak cukup untuk menyelamatkan tanamannya.

“Kami tetap melakukan pemupukan sesuai jadwal, tetapi mungkin inilah yang menjadi takdir kami. Sangat disayangkan, harga tomat saat ini sedang naik,” pungkas Hikmah.li