Setiap dua jam, kereta api melintasi rel yang panjang di Dusun Kebalen Lor, Desa Lemahbang Dewo, dengan suara yang cukup menggetarkan. Gerbong panjang itu perlahan menghilang di tengah kesibukan petani menata lahan di Boy Farm Vila Kebalen.
Rangkaian baja ringan setengah lingkaran tertata rapi di halaman. Ukuran baja yang jadi bagian rangka atap greenhouse itu sekira 8 meter. Sedangkan panjang greenhouse disesuaikan untuk menampung ribuan tanaman melon.
Rangka atap tersebut setelah berdiri akan diselubungi plastik UV sebagai pelindung. Karena rentan terhadap cuaca dan hama, metode yang digunakan dalam budidaya melon bukan di lahan terbuka melainkan dalam greenhouse. Sedangkan sistem irigasi melalui pengairan hidroponik menggunakan nutrisi AB Mix.
Melalui teknik ini, air nutrisi mengalir secara otomatis dari bak penampungan ke setiap tanaman melalui slang penghubung. Air nutrisi dipompa nonstop dengan mesin sederhana.
Kandungan nutrisi disesuaikan dengan usia tanaman baik di masa vegetatif maupun generatif. Nah, sejak pertama diuji coba, panen melon yang dihasilkan dengan teknik ini cukup memuaskan.
“Hasilnya sudah terbukti baik dengan panen melon yang sehat, ” kata H. Boy.
Sementara greenhouse yang sudah ada baru menampung ratusan pohon dan itu belum mencukupi tingginya permintaan. Boy menargetkan penambahan luas tanam agar mencapai 10 ribu pohon.
Cita-cita itu tidak mudah mengingat dibutuhkan pembangunan sejumlah greenhouse dengan biaya yang tidak kecil.
Target budidaya 10 ribu pohon melon muncul disebabkan permintaan yang cukup banyak. Sebutlah setiap hendak panen, warga berdatangan membeli dengan cara memetik sendiri. Kelebihan petik dan beli di Boy Farm tidak lepas dari keinginan warga agar bisa berpose di lokasi yang instagramable untuk keperluan konten dan dokumentasi.
Usia panen yang cukup pendek memungkinkan hasil produksi melon mudah diatur waktunya untuk setiap greenhouse, apakah setiap bulan atau setiap dua.minggu..
“Selain permintaan cukup tinggi, harga pun sangat menjanjikan, lebih dari Rp 25 ribu perkilogramnya, ” jelas H. Boy.
INTEGRATED FARMING
Melon hanya salah satu jenis tanaman yang dibudidayakan di Boy Farm. Terdapat tanaman lain yang juga menggunakan teknik hidroponik seperti pakcoy.
Mengambil konsep integrated farming, terdapat penggabungkan beberapa kegiatan pertanian yang berbeda dalam satu sistem yang saling mengisi sehingga meningkatkan efisiensi, produktivitas dan keberlanjutan.
Konsep ini melibatkan integrasi antara tanaman, ternak, dan sumber daya alam lainnya untuk menciptakan sistem pertanian yang seimbang.
“Aliran airnya dari sawah yang dimanfaatkan untuk kolam berbagai jenis ikan. Ternak domba baru dikembangkan dan dimanfaatkan kotorannya untuk pupuk, ” papar H. Boy.
Ada penggabungan kegiatan pertanian tanaman dengan peternakan seperti ikan lele, nila, karper. Limbah ikan dapat digunakan sebagai pupuk organik untuk tanaman. Sesekali limbah tanaman dipakai sebagai pakan ikan. Namun, dalam budidaya melon masih menggunakan nutrisi AB Mix.
Hal yang menarik ketika lokasi itu dilengkapi penginapan sehingga pertanian ini sekaligus bisa menjadi wadah edukasi. Terlebih Boy Farm juga menempatkan tenaga pertanian yang andal yang bisa mengedukasi masyarakat.
“Jadi semuanya mengalir begitu saja. Ada kebutuhan kita penuhi. Jadi berkembang begitu saja, ” jelas H. Boy.
Lokasi yang berada di pinggir rel kereta api itu pada tahun 2019 lalu luasnya hanya 1,5 hektar, sekarang sudah 4 hektar. Fakta tersebut sekaligus jawaban bahwa apa yang dijalankan berhasil maksimal.
Bayangkan, hasil yang tampak tidak hanya dalam bentuk buah-buahan dan sejuknya mata memandang areal perkebunan. Di atas meja makan, setiap pagi dan sore, menu yang tersaji berasal dari lahan itu.
Kemampuan mengolah ikan dan sayuran dalam berbagai menu yang lezat juga menjadi inovasi kearifan lokal yang membuat langkah ini ingin kembali ke sana.ian
