Di Bawah Matahari

Puisi H. Dienullah Rayes

Benderang datang dari ufuk timur

burung-burung bersiul-siul
menyongsong kehadiran surya pagi.

Para insan mengeratkan tali sepatu
tunaikan tugas rutin di kantor
petani-petani membubur sawah ladang
kendali kerbau kepala mesin
benih pepadian gegas ditabur
menumbuh yakin pangan
hingga air mata tak menggerimis
di selokan comberan.

Tengok sepasang camar
atas nama sayap dan nyali
terjun lancip di pucuk ombak
paruhpun menjepit ikan teri
bagi hidup dan kehidupan anak-anak
biar turunan berkembang biak.

Flora-fauna bersenjata naluri
sayap dan napas mengipas
menjinak hidup tak pernah redup
sarapan yang dimangsai melimpah ruang semesta.

Para insan pun hidup antara senyum dan mesum
bagi yang tinggi akal sehat
rindu,cinta kasih Maha Pengasih.

Di bawah langit Sumbawa NTB
25 November 2024

Exit mobile version