Kacang Komak di NTB, Komoditas Tanaman Pangan Lokal dengan Nilai Ekonomi Menjanjikan

Lombok Barat DS-Perlahan dan penuh perhitungan, Nurhasanah (40) petani asal Batumulik, Desa Mesanggok, Gerung, Lombok Barat, memanen kacang komak yang biasanya ia tanam secara tumpangsari di pamatang sawahnya atau lahan-lahan yang masih punya ruang untuk menanam pangan lokal ini.

“Sebelumnya saya sudah panen baik kacang komak yang masih basah ataupun yang sudah kering. Kacang komak ini biasanya banyak yang cari untuk dibuat sayur dalam bentuk olahan apapun. Komak tak terlalu ribet cara tanamnya, ‘ katsnya.

Tidak perlu bingung soal pemasarannya. Kadang pengepul datang sendiri mencari kacang komak untuk selanjutnya dibawa ke pasar. Demikian juga untuk kacang komak yang sudah kering juga diambil sama pengepul dengan harga yang cukup bersaing.

“Namun rata-rata biji komak yang sudah kering kisaran harganya antara Rp30 tibu-Rp35 ribu per kilogram,” kata Nurhasanah, Rabu (13/6/2026).

Nurhasanah juga mangaku budidaya kacang komak lebih menguntungkan dari tanaman lain. Selain itu, biaya yang diperlukan untuk budi daya juga tidak begitu banyak. Penanamanya pun lebih praktis, termasuk gangguan hama penyakit tidak terlalu dikhawatirkan.

Pemerintah Provinsi NTB sendiri menggencarkan tanaman pangan lokal yang memiliki potensi ekonomi pasar yang menjanjikan. Kacang komak memiliki potensi untuk dikembangkan di lahan kering yang ada di NTB. Tanaman ini toleran terhadap lahan yang kurang perairan. Tanaman ini memiliki akar tunggang yang b iasanya menyerap air yang jaraknya jauh.

Tradisi menanam kacang komak khususnya di Lombok telah menjadi kebiasaan yang sulit dilepaskan petani. Di pematang sawah atau di lokasi yang kosong  petani di Lombok umumnya banyak yang memanfaatkannya untuk menanam kacang komak yang ditumpangsarikan dengan jagung, kedelai, Lebui atau kecipir. Tanaman jenis juga biasanya disebar atau ditanam selepas menanam padi, dimana pematang sawah dibuat baru.

Data dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan menyebutkan, tanaman kacang komak biasanya ditanam secara tumpang sari dengan padi atau jagung. Kalau diintensifkan serius tanaman sayur-mayur ini bisa memperoleh hasil maksimal,hkan bisa melebihi komoditi pertanian lainnya.

Ditambahkan, kacang komak mengandung antioksidan 10 kali lipat dari asam askorbat. Kacang komak mempunyai kadar protein cukup tinggi dan komposisi asam amino yang baik sehingga berpotensi untuk mengatasi kekurangan protein. Namun saat ini, pengolahan kacang-kacangan menjadi pangan fungsional sebagai sumber protein alternatif dan produk yang bernilai ekonomi tinggi masih sangat kurang.

Selain itu, perlu semakin ditingkatkan penyuluhan tentang kandungan nilai gizi dari kacang-kacangan, pengolahan kacang lokal Lombok menjadi pangan fungsional sebagai sumber protein alternatif dan dapat menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, serta penyuluhan tentang pengemasan produk pangan yang perlu ditingkatkan. (adi)

Exit mobile version