Memasuki lorong rumah sederhana itu, sebuah green house terlihat sangat rindang dengan daun-daun tanaman anggur berbagai varietas. Buahnya yang mulai memerah semakin membuat suasana belakang rumah sangat indah dan nyaman.
Ranting-ranting anggur tertata dengan sangat rapi menjalar ke kawat-kawat yang disiapkan, begitu juga dengan buahnya tertata rapi.
Anggur yang ditanam merupakan anggur jenis import dengan 10 varietas, diantaranya varietas Julian, Red Rose, Earli Adora, Basanti,Kupidon (Dewa Asmara ) dan beberapa jenis lainnya. Buah yang dihasilkan sangat berkualitas dan manis.
Budidaya anggur yang terkenal dengan julukan anggur mudi bale (Belakang rumah-red) ini dibuat bukan sekedar untuk bisnis semata, namun untuk mengedukasi dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar, terutama anak-anak muda dan eks Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Budidaya angggur Mudin Bale itu merupakan hasil inovasi AIPDA Muhammad Munawar yang bertugas sebagai Babinkantibmas Desa Aik Dewa, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur (Lotim). Berkat inovasi ini, mengantarkannya menjadi Babinkantibmas terbaik di NTB.
AIPDA Muhammad Munawar menceritakan, budidaya tanaman anggur ini dimulai sejak akhir tahun 2022 lalu. Meski bukan orang yang memiliki pengalaman di bidang pertanian, namun ia tetap nekat untuk mengembangkan budidaya anggur itu dengan modal menonton tutorial di YouTube.
“Saya senang saja lihat anggur, karena bikin halaman rumah jadi teduh. Makanya saya belajar dari YouTube dan akhirnya bisa hidup dan berubah. Dari situlah saya cobak fokus,” terang AIPDA Muhammad Munawar saat ditemui di sela-sela kegiatannya, Jumat (30/10).
Setelah berhasil mengembangkan beberapa varietas, ia akhirnya mencoba Varietas yang lain hingga total yang dibudidaya saat ini 10 varietas. Setelah berjalan, banyak tetangga yang melirik dan tertarik dengan anggur yang ditanam di halaman rumahnya itu untuk belajar.
Dari sana, banyak tetangga yang berdatangan untuk belajar dan diskusi. Mulai dari anak-anak hingga lansia. Semuanya ia bimbing dengan sepenuh hati, bagaimana cara budidaya dan perawatan anggur sejak penanaman hingga pasca panen.
“Tidak ada yang saya sembunyikan, semua ilmu saya tularkan kepada masyarakat. Makanya semakin hari semakin banyak yang tertarik budidaya anggur, ada yang hanya sebatas untuk hiasan rumah, ada juga yang dijadikan bisnis,” imbuhnya.
Melihat banyaknya masyarakat yang berkunjung ke rumahnya. Ia akhirnya kemudian mengumpulkan anak-anak muda, khususnya yang tidak memiliki pekerjaan dan mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Untuk dibimbing cara budidaya anggur. Dengan niatan agar ada pekerjaan mereka dan tidak lagi ke luar negeri.
Niat baik itu akhirnya mendapatkan respons positif dari anak-anak muda dan mantan PMI yang ada di Kecamatan Pringgasela. Hingga akhirnya puluhan anak muda dan mantan PMI berhasil dibimbing dan berikan diedukasi untuk budidaya anggur.
“Kadang dia datang ke rumah, kadang saya langsung turun cek kondisi tanaman mereka. Saya datangi satu-satu untuk ajarkan sampai bisa. Saya tidak mau kalau saya yang rawat tanaman mereka, tetapi saya kasih ilmunya lalu dia yang langsung kerjakan,” ungkapnya.
Setelah setahun berjalan, akhirnya upaya yang dilakukan membuahkan hasil. Puluhan anak-anak muda dan mantan PMI yang dibimbing saat ini rata-rata sudah memiliki kebun anggur. Bahkan sudah memiliki penghasilan yang cukup besar dalam sekali panen.
Tidak cukup menularkan ilmunya di masyarakat sekitar, ia juga membimbing Pemuda dan masyarakat dari luar Kecamatan Pringgasela, bahkan dari luar Kabupaten. Sejauh ini setidaknya 70 orang lebih pemuda dan mantan PMI yang berhasil budidaya anggur.
“Alhamdulillah semua yang saya bimbing rata-rata berhasil. Karena tidak ada sama sekali yang saya sembunyikan ilmu yangvsaya bisa, semuanya saya ajarkan. Dengan niatan supaya mereka bisa dan bisa membuat pekerjaan bagi mereka,” katanya.
Disebut dari satu varietas seperti Basanti saja, bisa menghasilkan 10 Kilogram anggur bahkan lebih per batang dalam sekali panen, dengan harga Rp 100- Rp 150 ribu per kilogram.
Pria yang akrab di sapa Pak Mumun itu merasa bersyukur berkat Inovasinya sedikit membantu pemerintah mengurangi angka pengangguran di Lotim. Upaya ini akan terus dilakukan, ia menilai apa yang dilakukan ini tidak seberapa, namun setidaknya bisa bermanfaat bagi orang lain.
“Paling tidak mereka yang sebelumnya tidak bekerja, sekarang ada kesibukan dan penghasilan. Mereka yang sebelumnya bolak balik ke luar negeri sekarang lebih betah dirumah,” jelasnya.
Berkat Inovasinya itu, saat ini ia terpilih menjadi salah satu Babinkantibmas terbaik di di NTB. Karena sebagi seorang anggota Polisi tidak hanya bertugas menganyomi masyarakat dan memberikan rasa aman. Namun juga bagaimana ikut membantu pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat.LI














