Ketika sepeda onthel membelah Kota Mataram serangkaian Fornas VIII, warga pun terheran-heran. Selain sepeda yang dikayuh itu bernuansa Belanda dan nampak antik, penunggangnya tidak hanya laki-laki melainkan juga wanita dengan mengenakan pakaian khusus yang mewakili daerah masing-masing.
Parade itu merupakan bagian dari ajang FORNAS (Festival Olahraga Masyarakat Nasional) VIII. Ajang olahraga masyarakat ini diselenggarakan oleh KORMI Nasional dan dilaksanakan oleh KORMI Provinsi yang bertujuan mempromosikan dan mendorong gaya hidup sehat, kebugaran, serta memperkenalkan ragam olahraga masyarakat untuk mendukung gerakan “Indonesia Aktif”.
Kegiatan lomba sudah berlangsung sejak 25 Juli 2025. Pada Ahad (27/7), parade sepeda onthel yang membelah Kota Mataram menuai perhatian. Di tengah arus lalu lintas yang berjlan sebagaimana biasa, para onthelis dari Lombok menghadirkan nuansa daerah dengan pakaian adat Sasak dilengkapi topi khas Lombok Utara yang menutup kepala. Terdengar pula alunan musik tradisional seperti Rudat yang membelah suasana pagi di hari Minggu.
Komunitas Sepeda Tua Indonesia itu melintasi jalur Udayana ketika masyarakat asyik menikmati kuliner di Car Free Day (CFD) sehingga membuat para pegunjung menyingkir dan memberi ruang roda sepeda tua itu melintas. Mereka dikawal polisi untuk melintasi jalur yang sudah ditetapkan.
“Itu dari Madura,” teriak seorang ibu ketika menyaksikan pengonthel dengan pakaian khas bergaris-garis hitam vertikal.
FORNAS VIII NTB berlangsung meriah diawali dengan menampilkan berbagai jenis pertunjukan seni dan budaya termasuk tarian kolosal, atraksi kesenian musik daerah dan penampilan musisi Denada, Edo Kondologit dan musisi daerah Amtenar. Pembukaan FORNAS VIII NTB dihadiri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal, Wakil Gubernur NTB Indah Damayanti Putri, Walikota Mataram Mohan Roliskana, Ketua Umum Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Nasional Adil Hakim, Ketua Panitia FORNAS VIII NTB Ibnu Riza Pradipto serta para gubernur, bupati/wali kota dan Ketua DPRD dari berbagai Provinsi se-Indonesia.
Antusiasme masyarakat juga terlihat dari dukungan mereka terhadap NTB yang menjadi tuan rumah FORNAS VIII. AHY menyatakan bahwa NTB adalah pilihan yang tepat sebagai tuan rumah, mengingat semangat dan antusiasme masyarakat serta induk olahraga yang positif. Ketua KORMI Nasional Adil Hakim, menambahkan bahwa FORNAS tahun ini bertujuan untuk merajut potensi olahraga masyarakat menuju Indonesia bugar pada tahun 2045.
Sejumlah masyarakat dari berbagai daerah nampak memadati area kantor Gubernur Provinsi NTB. Kemudian berbagai kontingen turut hadir dalam pembukaan dengan berbagai warna baju adat dari 38 Provinsi yang ada di Indonesia tampak semangat melakukan defile sambil melambaikan tangan ke arah para pejabat dan masyarakat yang hadir. ian, kmf
