Mataram, DS-KKN Tematik STP Mataram di Desa Lembah Sempaga, Kecamatan Narmada, Lombok Barat, Oktober hingga November tahun 2024, berhasil menggarap potensi Kakao desa setempat. Potensi Kakao ini diolah menjadi coklat dengan kemasan yang memikat.
Kepala Bidang KKN STP Mataram, Dr. Sri Susanti, Selasa (3/12), disela-sela pemaparan program KKN mengatakan mahasiswa mengembangkan desa wisata Lembah Sempaga melalui KKN tematik khususnya melalui produk coklat.
“Produk ini dikembangkan dari KKN periode sebelumnya yang mengolah Kakao menjadi pasta, ” katanya. “Kini pengembangan sudah pada produk coklat dengan kemasannya, ” kata Santi.
Produk coklat dihasilkan melalui permentasi 3 hari dan penjemuran tiga minggu, sangrai, pengelupasan, penghalusan, blender, dicetak hingga produk siap jadi. Kemudian dilakukan rebranding untuk membantu UMKM desa setempat melalui pengemasan yang menarik.
Produk coklat ini menjadi contoh yang bisa direplikasi UMKM yang mulai bertumbuhan di Lembah Sempaga.
Sekretaris Desa Lembah Sempaga, Habibi, mengatakan sementara ini coklat yang dicontohkan mahasiswa belum diproduksi secara masal. Namun, pihaknya akan membantu UMKM di desanya jika ingin mereplikasi skill yang diberikan mahasiswa.
Ia mengakui Kakao menjadi salah satu hasil pertanian andalan masyarakat Lembah Sempaga. Selama ini Kakao dijual mentah dan hanya sedikit mengatrol perekonomian. Dengan pengolahan ia meyakini akan menambah kontribusi bagi perekonomian masyarakat.
Karena itu Habibi berharap masih ada KKN STP Mataram di Lembah Sempaga untuk menambah pengetahuan dan wawasan masyarakat khususnya dari aspek pemasaran.
Raihan, ketua kelompok KKN di Desa Lembah Sempaga, mengatakan pihaknya juga menjalankan program seperti pemasaran digital, outbond, pembuatan video profil desa.
“Petunjuk berupa gapura untuk menuju ke destinasi wisata seperti Goa Lawah dan camping ground serta penyusunan paket wisata alam dan buatan pun dilakukan.
“Program Berseri digelar melalui gotong royong, ” katanya.
Pesona Lembah Sempaga berupa alam berupa hutan lindung dengan tekstur tanah berupa Lembah menjadi daya tarik ditambab hasil pertanian dan perkebunan. Saatini desa wisata itu cukup ramai dikunjungi wisatawan. Ian
