OPD akan Cari Solusi Kotoran Kuda di Kota Mataram

banner 120x600

Mataram, DS-Kotoran kuda yang masih berceceran di jalan raya Kota Mataram tidak saja mengotori sejumlah ruas jalan, mencedrai kebersihan lingkungan, namun juga menimbulkan bau tak sedap.

Namun, ada rencana agar kotoran kuda yang berceceran banyak di Kota Mataram akan dicarikan solusi, salah satunya dimanfaatkan untuk dijadikan pupuk organik.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Mataram, Johari, memberikan apresiasi rencana utu. Ia mengatakan, pertanian berkelanjutan saat ini menjadi salah satu fokus utama dalam pembangunan sektor pertanian.

Penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus telah menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti penurunan kesuburan tanah, pencemaran lingkungan, serta berkurangnya keanekaragaman hayati tanah.

Karena itu, pemanfaatan pupuk organik menjadi solusi yang semakin relevan dan strategis untuk mendukung sistem pertanian ramah lingkungan.

Salah satu sumber bahan organik yang potensial adalah kotoran ternak, termasuk kotoran kuda. Pemanfaatan kotoran kuda sebagai pupuk padat mulai berkembang seiring dengan meningkatnya kesadaran petani termasuk pengusaha tanaman hias terhadap pentingnya pertanian organik.

Keberadaan usaha peternakan kuda, baik untuk pariwisata maupun kegiatan usaha bisa menghasilkan limbah organik yang cukup melimpah dan belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal.

Kotoran kuda merupakan salah satu jenis bahan organik yang memiliki kandungan unsur hara cukup baik. Selain itu, kotoran kuda juga sangat baik untuk memperbaiki struktur tanah.

“Pembuatan pupuk kompos dari kotoran kuda bisa dilakukan oleh petani secara mandiri maupun kelompok. Karena begitu bermanfaatnya kotoran kuda bagi pertanian untuk perbaikan struktur tanah tentunya meningkatkan kesuburan tanah,” ujarnya, akhir pekan lalu.

Pemanfaatan kotoran kuda sebagai pupuk organik juga menjadi bagian dari inovasi petani dalam usaha taninya. Kecuali itu juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Pengelolaan yang baik dan terorganisir tentu saja bisa menjadi satu komoditas unggulan lokal mendukung sistem pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Dinas Perhubungan Kota Mataram menyebut sosialisasi dan penggunaan kantong penampung kotoran kuda bagi kusir cidomo telah dilakukan, namun belum tersedianya lokasi pembuangan menjadi kendala utama.

“Pemasangan kantong kotoran kuda, sosialisasi, pembinaan kepada para kusir cidomo rutin. Sosialisasi dan penggunaan kantong penampung kotoran kuda bagi kusir cidomo telah dilakukan, namun belum tersedianya lokasi pembuangan menjadi kendala utama,” demikian Kadis Perhubungan Kota Mataram, Zulkarwin.

Dikatakan, Dinas Perhubungan merencanakan akan bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pertanian Kota Mataram untuk penanganan pengangkutan limbah kotoran kuda yang sudah dibersihkan dan juga kemungkinan pemanfaatannya untuk pupuk organic bagi tanaman pertanian di Kota Mataram. (adi).