ga Amal Zakat Sadaqah dan Hibah Nahdlatul Wathan (LAZAH NW) berbagi 40 ribu liter air bersih ke warga yang dilanda kekeringan di wilayah Desa Suntalangu dan Selaparang Kecamatan Suela, Sabtu (21/09/2024)
Ketua PW LAZAH NW NTB, Sayuti, mengatakan sesuai instruksi PB NW Maulana Syaikh TGKH. Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani melihat kondisi masyarakat bagian utara tepatnya di Kecamatan Suela sejak masuk bulan Agustus telah mengalami kekeringan. Masyarakat setempat untuk mengambil air minum saja harus berjalan hingga 5 kilo.
“Karenanya kami dari LAZAH NW sesuai tupoksi atas instruksi PBNW kami menyalurkan air bersih untuk masyarakat,”ujarnya.
Sayuti mengatakan penyaluran air bersih sebelumnya telah menerima pengajuan bantuan air dari cabang NW yang wilayahnya terkena dampak kekeringan dan sudah lebih dari 10 wilayah menyampaikan permohonan untuk dibantu masalah air bersih.
“Dengan banyaknya pengajuan ini kami dari LAZAH NW melihat skala prioritas yang paling parah mengalami masalah kekurangan air ini dan Lendang Belo dan Pesorongan ini sangat memperihatinkan,” ucapnya.
Melihat kondisi ini, Ungkap Ustaz Sayuti, tidak mungkin terus menerus diberikan suplai air bersih tetapi bagaimana pemerintah daerah memberikan solusi akan air bersih ini. Bila melihat jaringan air bersih yang ada masih sangat jauh dari kata cukup. Karenanya, ia berharap pemerintah daerah melirik masalah kebutuhan vital ini selain infrastruktur jalan.
“Kami dari LAZAH NW siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah mencarikan solusi air bersih ini,” ungkap Ustaz Sayuti.
Ditambahkan Sekretaris PW LAZAH NW NTB, Muhammad Nawawi Ishaq, untuk penyaluran difokuskan di dua dusun dengan masing-masing dusun 3 tangki atau 6000 liter. Sehingga LAZAH NW menyalurkan air sejumlah 40.000 liter.
“Bantuan ini terus kita galakkan karena target kita hingga 100.000 liter akan tersalurkan,” ungkapnya.
Ketua RT Lendang Belo, Desa Selaparang, Rodi menyampaikan terimakasih yang mendalam pada LAZAH NW yang mau melirik kondisi wilayahnya dengan mengirimkan bantuan air bersih.
“Saya mewakili seluruh masyarakat disini mengucapkan terima kasih pada LAZAH NW yang telah memberikan bantuan air bersih ini,”ucap Rodi.
Rodi mengatakan, di wilayahnya sekira 240 jiwa dengan 80 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal dan setiap harinya harus mengambil air ke Sungai Lemor yang jaraknya lebih dari 5 kilo meter. Kondisi ini sudah berlangsung sejak bulan Agustus hingga hari ini.
Ia berharap pemerintah daerah mau melirik dusunnya dengan memberikan bantuan berupa pipa agar air yang mengaliri wilayahnya lebih lancar. Karena, kata dia, bila memasuki musim kemarau beban masyarakat sangat berat terutama masalah air bersih.
“Kalau sudah musim kemarau begini kami harus bisa mengatur diri dengan jerigen berisi 5 liter air saja harus bisa sehari semalam buat kebutuhan minum dan memasak,” ungkapnya.
Untuk kebutuhan mandi dan mencuci harus ke Sungai Lemor
“Itu pun bagi masyarakat yang punya kendaraan bermotor. Untuk yang tidak punya harus bersusah payah atau menyewa motor untuk memenuhi kebutuhan air minumnya ditambah lagi bila ingin mandi,”imbuhnya.li
