LOMBOK TENGAH Pengembangan Desa Wisata Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, terus diarahkan pada penguatan kapasitas masyarakat dan peningkatan nilai ekonomi dari potensi lokal. Salah satunya dilakukan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Penguatan Kapasitas Pemandu Wisata Lokal sebagai Penggerak Ekonomi Kreatif Kuliner di Desa Wisata Aik Berik, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat.”
Kegiatan yang dilaksanakan pada 20 Juni 2026 di Resto Nirmala Benang Stokel, Desa Wisata Aik Berik, tersebut melibatkan sebanyak 25 peserta yang terdiri atas pemandu wisata lokal, pelaku UMKM kuliner, pengelola desa wisata, anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta masyarakat yang terlibat dalam pengembangan pariwisata desa.
Hadir sebagai pemateri masing-masing Rahman,Taufan Handika Putra dan Didi Ika Supryadi (Tim pengabdian kepada Masyarakat) yang juga Dosen D3 Pariwisata, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Mataram
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons terhadap kebutuhan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Desa Wisata Aik Berik. Sebelumnya, pemandu wisata lokal lebih banyak berfokus pada aktivitas mengantarkan wisatawan menuju objek wisata alam, sementara potensi kuliner lokal belum sepenuhnya terintegrasi ke dalam pengalaman wisata.
Padahal, Desa Wisata Aik Berik memiliki potensi wisata alam yang kuat, antara lain Air Terjun Benang Stokel dan Benang Kelambu, kawasan hutan dan persawahan, jalur trekking, serta berbagai potensi budaya dan ekonomi kreatif masyarakat, khususnya kuliner lokal.
Pemandu Tidak Sekadar Mengantar Wisatawan
Melalui kegiatan tersebut, pemandu wisata diberikan penguatan mengenai kompetensi pemanduan, hospitality, komunikasi pelayanan, interpretasi destinasi, storytelling, serta pengembangan kuliner lokal sebagai bagian dari produk ekonomi kreatif.
Pendekatan pelatihan tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi, tetapi juga diskusi, studi kasus, simulasi, dan praktik langsung atau learning by doing. Peserta mempraktikkan teknik penyambutan wisatawan, komunikasi pelayanan, penyajian makanan dan minuman, serta cara memperkenalkan kuliner lokal sebagai bagian dari pengalaman wisata.
Melalui kegiatan tersebut, pemandu wisata didorong untuk memahami perannya secara lebih luas. Pemandu tidak hanya bertugas mengantarkan wisatawan menuju objek wisata, tetapi juga dapat berperan sebagai interpreter, komunikator, edukator, sekaligus duta destinasi.
Pemahaman tersebut menjadi penting karena pengalaman wisatawan tidak hanya ditentukan oleh daya tarik destinasi, tetapi juga oleh kualitas interaksi, pelayanan, informasi, dan cerita yang diberikan selama perjalanan.
Kuliner Lokal Dikembangkan Menjadi Pengalaman Wisata
Salah satu hasil penting kegiatan adalah tersusunnya paket wisata kuliner lokal yang mengintegrasikan wisata alam, aktivitas masyarakat, dan pengalaman menikmati kuliner khas Desa Wisata Aik Berik.
Dalam proses penyusunannya, peserta mengidentifikasi potensi wisata, menentukan rute perjalanan, waktu kunjungan, itinerary, lokasi singgah kuliner, serta aktivitas yang dapat dilakukan wisatawan.
Paket wisata tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih terintegrasi kepada wisatawan sekaligus membuka peluang peningkatan manfaat ekonomi bagi pelaku UMKM kuliner dan masyarakat setempat.
Storytelling Kuliner Jadi Media Interpretasi
Selain paket wisata, kegiatan juga menghasilkan storytelling destinasi dan kuliner lokal yang dapat digunakan pemandu sebagai media interpretasi.
Storytelling dikembangkan secara partisipatif dengan melibatkan pemandu wisata, pelaku UMKM kuliner, tokoh masyarakat, dan tim pengabdian. Materinya mencakup identitas kuliner, asal-usul makanan, bahan baku, proses pengolahan, nilai budaya, serta keterkaitannya dengan kehidupan masyarakat.
Dengan pendekatan ini, wisatawan tidak hanya menikmati makanan, tetapi juga mendapatkan informasi mengenai cerita, budaya, dan kearifan lokal yang melekat pada produk kuliner tersebut.
Storytelling juga dapat menjadi sarana promosi. Pemandu wisata dapat menghubungkan wisatawan dengan pelaku UMKM melalui informasi dan narasi mengenai produk yang ditawarkan.
Perkuat Kolaborasi Pentahelix
Kegiatan PkM ini juga memperkuat komunikasi dan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan. Selain masyarakat dan pelaku usaha, kegiatan mendapat dukungan dari Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat, Himpunan Pramuwisata Indonesia (DPC HPI Lombok Tengah), industri pariwisata, Pemerintah Desa, dan akademisi Program Studi D3 Pariwisata Universitas Mataram.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan desa wisata karena penguatan destinasi tidak hanya membutuhkan daya tarik wisata, tetapi juga kualitas sumber daya manusia, produk ekonomi kreatif, pelayanan, promosi, serta jejaring antarpemangku kepentingan.
Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam pelayanan wisata, interpretasi destinasi, storytelling, serta pengembangan produk wisata yang mengintegrasikan potensi alam dan kuliner lokal. Kegiatan juga memperkuat interaksi antara pemandu wisata, pelaku UMKM, Pokdarwis, pemerintah desa, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.
Tidak Berhenti pada Pelatihan
Tim pengabdian memandang bahwa hasil pelatihan perlu ditindaklanjuti melalui pendampingan. Karena itu, keberlanjutan program diarahkan pada penyempurnaan paket wisata kuliner, penguatan storytelling, peningkatan kualitas pelayanan, pemanfaatan media digital, serta pengembangan jejaring dengan biro perjalanan wisata, asosiasi profesi, dan pelaku industri pariwisata.
Tahap berikutnya juga diarahkan pada digitalisasi produk wisata, sehingga paket wisata dan kuliner lokal tidak hanya tersedia sebagai produk, tetapi dapat dipromosikan dan diakses wisatawan melalui media digital.
Dengan demikian, penguatan kapasitas pemandu wisata diharapkan tidak berhenti pada peningkatan keterampilan individu, tetapi berkembang menjadi ekosistem pariwisata berbasis masyarakat yang menghubungkan pemandu, UMKM kuliner, Pokdarwis, pemerintah desa, wisatawan, dan industri pariwisata.
Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa potensi wisata alam Desa Wisata Aik Berik dapat dikembangkan lebih luas melalui inovasi pengalaman wisata, penguatan ekonomi kreatif kuliner, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia masyarakat lokal.
