Perum Bulog Pusat Targetkan Pengadaan Jagung dari NTB 200 Ribu Ton

Mataram, DS-Perum Bulog NTB menerima amanah dari Bulog pusat untuk pengadaan jagung di tahun 2026 dengan target 200 ribu ton. Namun realisasinya hingga April 2026 baru mencapai 7.411 ton atau sekitar 3,71 persen.

“Target tersebut merupakan bagian dari mandat nasional untuk memperkuat cadangan pangan, khususnya jagung. Untuk Kanwil NTB diberikan target 200 ribu ton jagung,” kata Pimwil Perum Bulog NTB Mara Kamin Siregar melalui Humasnya Azfihar Aryandi.

Ia menambahkan, meski progress pencapaiannya masih rendah, namun Bulog NTB akan terus mendorong percepatan penyerahan di tengah masa panen saat ini yang masih terus berlangsung di sejumlah wilayah di NTB.

Terkait dengan ketentuan penetapan harga pembelian jagung, ditambahkannya, akan diberlakukan sesuai ketentuan dari pemerintah. Jagung dengan kadar air (KA) 18–20 persen, harga pembelian ditetapkan sebesar Rp5.500 per kilogram. Sedangkan jagung dengan kadar air 14 persen dalam kemasan baru 70 kilogram, harga mencapai Rp6.400 per kilogram di gudang Bulog.

Bulog NTB juga menjamin para petani bisa langsung menjual hasil panennya ke Bulog melalui gudang-gudang yang telah disiapkan. Skema ini diharapkan mampu mempermudah akses petani sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat produsen.

“Apa yang diberlakukan ini merupakan kebijakan pemerintah pusat yang tetap mengutamakan kesejahteraan petani jagung khususnya,” ujarnya.

Ditambahkan, bahwa target besar pengadaan jagung ini ditugaskan kepada Bulog dalam upaya memperkuat Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan nasional.

“Harapannya bagaimana mempercepat serapan jagung petani dan memastikan harga pembelian tetap menarik agar produksi dalam negeri terserap optimal,” katanya.adi

Exit mobile version