Mataram, DS-Lombok, Nusa Tenggara Barat kaya akan kuliner berbagai jenis yang layak untuk dicoba. Salah satunya yang terkenal yakni Serambi Lak-Lak, yang banyak dijual di sejumlah tempat dan tidak sulit untuk memperolehnya.
Disebut Serabi Lak-lak karena bagi siapa yang mengkonsumsinya pasti akan kecanduan untuk mencobanya lagi. Kecuali itu Serabi Lombok memiliki ciri khas baik dalam penyajian maupun bahan-bahannya berbeda dengan kebanyakan serabi dari luar daerah.
Serabi luar daerah biasanya banyak adonan warnanya. Namun Serabi Lombok hanya dua varian rasa yakni rasa asli putih dan campuran gula aren atau gula merah.Bahan-bahan adonannya tidaklah terlalu ribet. Cukup dengan tepung beras, garam secukupnya dan santan sudah cukup untuk bisa menikmati serabi yang telah dituangkan dalam satu wadah pembuatan serabi. Kecuali yang adonanya perlu dicampur dengan gula merah alami.
Karena bahan-bahannya terbilang alami, menyebabkan Serabi Lombok banyak dicari. Pasalnya cita rasanya gurih, manis bahkan renyah karena ada keraknya.
“Serabi Lombok lebih popular disebut Serabi Lak-Lak. Nama Lak-Lak punya arti ingin nambah lagi, seakan yang menikmatinya dibuat ketagihan,” kata Fauziah pedagang Serabi Lak-Lak yang kerap kali mangkal di pinggir Pasar Dasan Agung, Kota Mataram dekat dengan Islamic Center NTB.
Menurut Fauziah yang sudah hamper lima tahun lebih berjualan di lokasi ini, bahwa Serabi Lak-Lak Lombok memiliki dua varian rasa, yakni asin dan manis yang diberi campuran gula aren sangat cocok menemani saat santai bersama keluarga. Disajikan saat hangat rasanya lebih nikmat.
”Aroma khasnya terasa karena proses pembuatannya menggunakan kayu bakar dan aromanya jadi lebih harum dipanggang di tungku tanah dan kayu bakar, yang memanaskan cetakan serabi dari tanah liat membuat rasanya begitu nikmat,” kata Fauziah , ditemui Minggu (7/6/2026).
Dikatakan Fauziah, harga serabi Lak-Lak Lombok hanya Rp1000 saja per bijinya. Campurannya ada gula aren yang membuat rasanya begitu nikmat dan manis. Bahan-bahannya juga alami, tidak menggunakan bahan pengawet dan pemanis.
Harapan Fauzih,agar pemerintah bisa mengakomodir para pelaku UMKM termasuk para pelaku usaha kuliner seperti Serabi Lak-Lak yang diusahakannya.
”Ke depannya banyak berharap Lombok bisa lebih maju dan terkenal dengan destinasi wisatanya. Banyaknya orang berkunjung ke Lombok menjadi kesempatan pelaku UMKM untuk menawarkan produknya,” demikian Fauziah. (adi)
