Selong, DS- Hulwan (50), warga Dusun Dasan Tanggek Baret, Desa Sembalun, Kecamatan Sembalun merupakan satu dari ribuan warga masyarakat Lombok Timur (Lotim) yang masih hidup kategori miskin ekstrem. Ia tinggal bertahun-tahun di rumah bedek bersama dua anak dan istrinya. Namun sampai saat ini bantuan Rumah tidak Layak Huni Tidak (RTLH) tidak kunjung didapatkan.
Hulwan menceritakan kisah hidupnya di rumah berukuran sekitar 4×6 meter persegi itu.
Ia tinggal bersama dua orang anak dan istrinya, selama berpuluh-puluh tahun. Hingga ia sendiri lupa kapan pertama kali menempati rumah berdinding bambu bedek tanpa sekat atau kamar itu.
“Sudah puluhan tahun kami tinggal di sini, tidak tahu kapan pastinya, sejak anak-anak belum lahir,” tutur Hulwan, Senin (24/11).
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ia hanya mengandalkan upah dari buruh lepas dengan penghasilan yang tidak menentu, berkisar antara Rp 50- Rp 60 ribu per hari. Itu pun pekerjanya tidak tetap, jika ada yang memanggil ia akan bekerja.
Dengan penghasilan itu, Hulwan hanya bisa memenuhi kebutuhan makan minum sehari-hari keluarga dan kedua anaknya. Bahkan tidak jarang mereka juga kekurangan untuk memenuhi belanja sekolah kedua anaknya.
Dengan kondisi ekonomi yang serba terbatas ini, Hulwan mengaku sangat sulit untuk bisa merenovasi atau membangun rumah tersebut untuk menjadi lebih layak lagi. Sehingga satu-satunya yang bisa diharapkan adalah bantuan dari pemerintah atau dermawan.
“Keinginan terbesar kami saat ini sederhana, renovasi rumah agar lebih layak ditempati. Kalau masalah makan minum insya Allah bisa kami cari sendiri. Tapi kalau untuk bangun rumah mungkin berat dengan penghasilan sekarang ini,” katanya.
Kondisi rumah tanpa kamar itu membuat anak-anaknya kadang harus bergantian saat ganti baju. Bahkan tidak jarang anaknya yang saat ini duduk di bangku SMP menginap di rumah temannya karena tidak memiliki kamar.
Ia sangat berharap ada bantuan untuk merenovasi rumahnya, terutama dari pemerintah Desa maupun Kabupaten agar anak-anak bisa istirahat di tempat yang lebih layak. Selain itu, ada bantuan agar pendidikan anak-anaknya tidak terputus.
“Mudah-mudahan ada bantuan rumah dari pemerintah, agar anak-anak bisa tinggal di rumah yang lebih aman dan nyaman,” katanya.
Kepala Wilayah (Kawil) Dasan Tengak Baret, Desa Sembalun, Zainal Abidin, menyampaikan keluarga Hulwan merupakan salah satu dari puluhan warga yang hidup dalam kondisi miskin ekstrem di Sembalun. Rumah Hulwan sudah berkali-kali diajukan untuk mendapatkan bantuan rumah layak huni (RTLH) dari pemerintah bersama rumah warga yang lain namun hingga saat ini tidak kunjung terealisasi.
“Sudah berapa kali kita ajukan untuk mendapatkan RTLH ke Pemkab Lotim, cuman belum ada respons sampai sekarang,”ujarnya.
Dia mengatakan, total rumah yang telah diajukan untuk mendapatkan renovasi sekitar 20 rumah, dan rumah Hulwan menjadi salah satu yang diprioritaskan untuk diajukan bersama lima rumah lainnya di Dusun Dasan Tanggek Baret.
Pengajuan RTLH tersebut telah dilakukan hingga tiga kali, namun hingga saat ini belum ada informasi baik dari pemerintah kabupaten maupun pemerintah desa untuk direnovasi bersama rumah-rumah yang lainnya.
“Semua yang diusulkan dari desa itu belum ada yang terealisasi. Desa juga saat ini masih menunggu untuk Segera terealisasi yang sudah diusulkan itu,” katanya.li
