Sirhandini, Juara Pencak Silat Piala Kemenpora Disambut Gegap Gempita Warga dan Pelajar

Sirhandini, Juara Pencak Silat Piala Kemenpora Disambut Gegap Gempita Warga dan Pelajar
Sirhandini ketika disambut gegap gempita oleh warga

Selong, DS- Sirhandini Aslamiyah (12), siswi SDN 1 Gereneng, Kecamatan Sakra Barat, Lombok Timur, tak menyangka disambut meriah oleh warga dan rekan sekolahnya, Rabu (31/07/2024)

Putri pasangan Nisbaya Nurjaya (55) dan Sri Megawati (46) itu disambut gegap gempita setelah berhasil menjadi juara 1 IPSI Malang Championship 4 yang digelar di GOR Ken Arok Kota Malang dari tanggal 27 – 28 Juli 2024.

Tiba di kampung halamannya, siswi kelas VI yang karib disapa Dini itu disambut bak pahlawan.  Selain dikalungi bunga, ia dikawal ratusan pelajar, guru dan warga sekitar dengan tabuhan gendang belek.

Ibu dan nenek Dini pun terlihat tak kuasa menahan rasa haru saat Dini tiba di sekolah. Ketiganya pun terisak sambil memeluk erat buah hatinya yang ditinggal yatim sejak 6 tahun silam oleh ayahnya karna sakit.

Warga terenyuh karna Dini mampu mengharumkan nama NTB di kancah nasional di tengah keterbatasan ekonomi keluarga. Bukan hanya kali, sudah 10 kali ia selalu menjadi juara di setiap kejuaraan silat.

“Terima kasih semuanya. Semoga bisa memotivasi teman teman saya di sekolah dan mohon doa kita selalu sukses,” ucap Dini singkat.

Dini sendiri lahir dari keluarga sederhana. Ia hidup yatim ditinggal sang ayah sejak 6 tahun silam. Untuk memenuhi kebutuhan sehari hari, ibunya yang sebagai single parent sehari sehari menjual nasi bungkus dan buruh petik tembakau.

Bakat bela dirinya datang dari almarhum ayahnya. Meski tidak pernah mengikuti kejuaraan, tapi ayahnya dulu jago karate.

“Almarhum ayahnya juga karate. Tapi tak pernah lomba,” tutur Ibu Dini, Sri Megawati.

Bakat itu, kata Sri terus diasah sejak kecil. Ia rutin mengikuti latihan di padepokan silat maupun di sekolah dan mengikuti berbagai kejuaraan.

Ia berharap prestasi buah hatinya itu bisa memotivasi orang lain dan bermanfaat untuk meraih cita citanya di masa depan.

“Cita – citanya ingin jadi Polwan,” imbuhnya sambil meneteskan air mata.

Sementara itu, Kepala SDN 1 Gereneng, Mahdi mengaku senang siswinya bisa mengharumkan nama sekolah bahkan nama NTB. Karena itu, ia bersama warga berinisiatif memberikan sambutannya yang meriah.

“Kita juga tidak menyangka semeriah ini. Karna memang awalnya ini inisiatif masyarakat kita harus sambut semeriah mungkin karna anak kita bisa meraih juara di tingkat nasional,” imbuhnya. li

Deklarasi Kades se Lombok Utara Warnai Launching Nol Perkawinan Anak

Exit mobile version