Terbaik dalam Kinerja Konvergensi Stunting Provinsi, Pj Bupati Lotim Apresiasi Semua Pihak

Terbaik dalam Kinerja Konvergensi Stunting Provinsi, Pj Bupati Lotim Apresiasi Semua Pihak
Pj Bupati Lotim, HM Juaini Taofik memberikan sambutanpada visitasi Lomba Desa Tingkat Provinsi NTB tahun 2024 di Halaman Kantor Desa Sepit. foto pkp.

Selong, DS-Penjabat Bupati Lombok Timur H. Muhammad Juaini Taofik mengapresiasi semua pihak atas keberhasilan Lombok Timur sebagai yang terbaik dalam penilaian kinerja konvergensi stunting Tingkat Provinsi NTB tahun 2024 ini.

Membuka sambutannya pada visitasi Lomba Desa Tingkat Provinsi NTB tahun 2024 di Halaman Kantor Desa Sepit, Kecamatan Keruak, Jumat (21/6), Juaini mengakui keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras dan sinergisitas seluruh unsur di daerah ini. Terlebih keberhasilan desa tersebut mengatasi stunting melalui ketahanan pangan seperti hortikultura, peternakan, dan sebagainya,

Menyinginggung tema Lomba Desa/ kelurahan tahun ini yaitu Menuju Masyarakat yang Sejahtera, Pj Bupati mengatakan kesejahteraan tersebut salah satunya dapat terwujud melalui pengelolaan dana desa yang berkualitas. Kualitasnya dapat dilihat dari partisipasi masyarakat dalam menyusun RPJMDes, yang dilanjutkan dengan RKPDes dan APBDes. Hal itu juga didukung oleh keterbukaan informasi publik yang diterapkan di Desa Sepit. Sepit bahkan pernah mengikuti Lomba Desa Benderang pada 2022 lalu dan berhasil meraih juara.

Juaini  mengingatkan dengan prestasi tersebut agar tidak jumawa melainkan menjadikan visitasi untuk penyempurnaan pelayanan kepada masyarakat guna memenuhi harapan semakin sejahtera dari waktu ke waktu.

Sementara itu, rombongan tim penilai yang dipimpin Kabid Dukcapil NTB, Panca Kusuma Waldi, menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan yang diterapkan Pemerintah Desa Sepit, tidak saja perihal APBDes, melainkan juga informasi lainnya yang ditandai prestasi serta adanya ruang komunitas digital.

Salah satu poin Desa Sepit, menurut Panca, yakni keberhasilan desa mengumpulkan PADes yang tidak semua desa dapat melakukannya. Kasus stunting yang juga tidak terdapat di desa juga merupakan poin lain yang akan dibuktikan melalui kunjungan lapangan nantinya.

Desa Sepit mencatat PADes sebesar Rp 51 juta dengan Alokasi Dana Desa (ADD) sekira Rp 526 juta dan Dana Desa (DD) Rp 1,1 miliar lebih. hmlt

Exit mobile version