UMMAT Kukuhkan Dua Guru Besar

banner 120x600

Mataram, DS-Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) mengukuhkan dua Guru Besar masing-masing Prof.Joni Safaat Adiansyah, ST., M.Sc., PhD. (bidang ilmu kajian daur hidup) dan Prof.Dr.I Made Suyasa M.Hum (bidang ilmu sastra dan tradisi lisan). Acara berlangsung dalam Sidang Senat Terbuka di kampus setempat, Selasa (18/2).

Pengukuhan Guru Besar itu merupakan yang pertama kali bagi UMMAT. Rektor UMMAT, Drs.Abdul Wahab, MA., menyampaikan apresiasi terhadap dua dosen yang sudah melakukan pecapaian luar biasa tersebut di bidang pendidikan. Hal ini, kata dia, sekaligus sebagai cermin dedikasi UMMAT dalam visinya sebagai perguruan tinggi yang islami, unggul dan berdaya saing.

Ia berharap prestasi itu memberi inspirasi khususnya kepada para lektor kepala dalam meningkatkan kompetensi akademik terutama dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Saat ini UMMAT memiliki 22 lektor kepala yang potensial meraih predikat Guru Besar.

Salah seorang Guru Besar, Prof.Dr.Made Suyasa, M.Hum, dalam kesempatan itu menyampaikan pidato pengukuhan dengan tema “Sastra dan Tradisi Lisan: Produksi Kultural dan Kontestasi di Dunia Global.” Dalam pidato pengukuhan, Prof. Suyasa menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi budaya khususnya karya sastra.

Di dunia pendidikan, kata dia, produk kultural kreatif ini dipandang sebagai pelengkap pembelajaran di sekolah maupun di perguruan tinggi. Kehidupan sastrawan tidak sedikit yang berakhir di penjara seperti Pramudya Ananta Toer, A.A. Navis, dan yang lainnya atau hilang misterius seperti penyair Wiji Tukul. Namun karya sastra sebagai produk budaya kreatif akan tetap ada dan dijadikan kontestasi di dunia global dalam bidang politik, sosial, perjuangan hak, dan ekonomi.

Sedangkan Prof.Joni menyampaikan pidato pengukuhan dengan judul”Aplikasi Kajian Daur Hidup untuk Meningkatkan Kinerja Lingkungan pada Sektor Industri”. Dalam pidatonya Prof.Joni memaparkan pentingnya kajian daur hidup sebagai pendekatan dalam menilai dampak lingkungan suatu produk dari tahap produksi hingga pembuangan. ian