Cara Pemuda Perenang Tingkatkan Minat Baca Anak, Buat Pojok Baca Di Gazebo Rumah

Selong,DS- Biasanya fasilitas pojok baca ada di kantor pemerintah atau tempat publik lainnya. Tapi tahukah anda pojok baca yang satu ini berada di gazebo rumah di dusun Perenang Kecamatan Sakra Kabupaten Lombok Timur.

Gazebo atau berugak berukuran 3×2 meter persegi yang biasanya dijadikan tempat nongkrong dan main game online, hari itu dipenuhi puluhan buku, mulai dari buku anak-anak hingga buku umum untuk orang dewasa.

Sepintas gazebo sederhana itu terlihat seperti lapak jualan buku. Pemandangan itu menarik perhatian orang-orang yang melintas di jalan perkampungan itu terutama ibu-ibu yang baru saja pulang dari sawah.

Sementara puluhan anak-anak terlihat sangat bersemangat dan kegirangan mengikuti sebuah permainan tradisional. Yang disiapkan oleh pemuda setempat, sebagai rangkaian acara pojok baca hari itu.

Sekretaris Ikatan Pemuda Dusun Perenang (IPDP), Rendi Andrian, mengatakan pojok baca ini merupakan salah satu dari program kepemudaan. Sekaligus tindak lanjut dari program yang sebelumnya telah diselenggarakan oleh divisi pendidikan IPDP, dengan tujuan untuk meningkatkan minat baca terhadap anak-anak.

“Sebelumnya kami sudah melakukan workshop pendidikan tentang penguatan literasi digital. Pojok baca ini merupakan tindak lanjut kegiatan itu, yang menyasar anak-anak hingga pemuda,”ujarnya.

Kegiatan pojok baca ini dilakukan berangkat dari keprihatinan pemuda, melihat anak-anak yang setiap libur sekolah, sebagian besar waktu mereka digunakan untuk bermain game online atau menonton YouTube. Sehingga jarang sekali digunakan belajar atau mengisi waktu libur dengan kegiatan lain seperti membaca buku.

Kegiatan ini juga sebagai langkah untuk meningkatkan minat baca dan membudayakan membaca buku sejak dini kepada anak-anak. Serta mengurangi penggunaan gadget, dan mengisi hari libur dengan kegiatan-kegiatan positif.

“Dengan adanya kegiatan ini, kami harap waktu mereka untuk bermain Hp di hari Minggu atau saat libur sekolah bisa berkurang. Dan ini juga sekaligus untuk memperkenalkan mereka terhadap buku,”kata Rendi.

Selama ini membaca buku hanya dilakukan waktu di sekolah saja. Sehingga sangat jarang mengulang pelajaran di rumah atau sekedar untuk membaca buku.

Untuk menarik minat baca anak-anak dan memberikan semangat dalam membaca. Kegiatan pojok baca diawali dengan bermain beberapa permainan tradisional. Kemudian dilanjutkan dengan membaca buku dan membagikan hadiah berupa makanan.

Saat proses membaca dimulai, anak-anak akan dikelompokkan sesuai jenjang pendidikan masing-masing. Bagi anak-anak yang belum lancar membaca akan dibimbing dan diajarkan membaca oleh masing-masing koordinator dari pemuda.

“Yang masih jenjang TK kita bimbing dan ajarkan mereka membaca. Jadi kita tidak hanya sebatas menaruh buku kemudian di baca. Tapi kita bimbing dan setelah itu kami akan tanya hasil bacaan mereka,” ungkapnya.

Disebutkan, kegiatan pojok baca tersebut mendapat respons baik dari anak-anak hingga masyarakat umum. Hal itu terlihat dari antusiasme anak dan orang tua yang meminjam buku. Bahkan beberapa orang membawanya pulang, karena keterbatasan waktu untuk membaca di tempat.

Untuk pengadaan buku-buku, IPDP bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Lotim, dengan melakukan peminjaman secara kolektif. Dan beberapa buku juga didapatkan dari koleksi para pemuda.

“Buku-bukunya kami pinjam secara kolektif di Perpustakaan daerah, karena kalau mereka sendiri yang datang ke Perpustakaan mungkin agak sulit. Sehingga dengan adanya acara ini bisa mendekatkan pelayanan kepada mereka untuk membaca buku,” katanya.

Acara ini sebelumnya direncanakan dua kali seminggu, setiap sore Minggu. Tapi melihat antusiasme anak-anak dan masyarakat, diharapkan bisa berjalan setiap Minggu.

Dia berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak dan meningkatkan wawasan, serta pengetahuan anak-anak. Melalui kegiatan ini juga diharapkan anak menjadikan membaca buku sebagai kebutuhan.

“Mudah-mudahan mereka senang dengan buku. Kalau mereka sudah senang otomatis mereka juga senang membaca,” imbuh Rendi. Li

Exit mobile version