Teater, sebagaimana hidup itu sendiri, adalah ruang di mana tubuh, kata, dan sejarah saling bertemu….
Seni Budaya
Riuh Rendah Para Supporting: Menjaga Tubuh Kolektif Lakon Borka 2025
Di balik sorot lampu panggung, di balik tubuh-tubuh aktor yang menghidupkan naskah, ada gelombang kerja…
Memerdekakan Teks Dalam Teater Modern
Menurut Sutradara Teater Lho Indonesia R. Eko Wahono, dalam pertemuan ketjil sore 15 Oktober 2025…
Menempa Tubuh, Suara, dan Kesadaran Dalam Lakon Borka 2025
Lakon Borka yang dipentaskan pada Festival Teater Indonesia 2025 bukan sekadar perhelatan drama biasa. Ia adalah…
Lakon Borka 2025: Adaptasi “Belfegor” Karya Kiki Sulistyo
Hari pertama Festival Teater Indonesia (FTI) digelar di Taman Budaya Mataram pada 10 Desember 2025….
Puisi Dienullah Rayes
I Bumi dipayungi langit purba terkembang Di dada bumi tersembul tanah air Di atas tanah…
Puisi Dienullah Rayes
DUA LARIK MENARIK HATI 1. Dua mata lihat daun kuning gugur meruang sampah Di taman…
DUA PUISI DIENULLAH RAYES
DALAM PENCARIAN HAK ASASI a. langit melangit,seluas pikiranmu selalu kekar mengembang memayungi bumi,tanah fitri. ada…
JEJAK TERAKHIR
Diraihnya ranting kering itu dari dahan-dahan yang sudah melepuh, kemudian dengan langkah sedikit berlari ia…
Ngayu-Ayu, GM Sembalun Diharap Tak Sekadar Hadir
Selong, DS-Tradisi Ngayu Ayu bukan sekadar budaya melainkan menyimpan tuntunan, doa, dan harapan. Karena itu generasi…
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.

