Mataram, DS-Kunjungan wisatawan ke desa wisata Suranadi mencapai sekira 500 orang per hari, dan meningkat signifikan di akhir pekan. Untuk meningkatkan kunjungan, tantangan utama adalah bagaimana membuat potensi wisata ini tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling mendukung dalam satu ekosistem “Integrated Village Experience”
Kepala Humas dan Kerjasama Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram, Bratayasa, M. Par., Kamis (25/10), mengatakan selama menjadi pendamping Desa Wisata Suranadi, Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram menemukan sebanyak 8 potensi wisata yang perlu dikembangkan untuk dikemas secara terintegrasi.
“Prinsip integrated Village Experience, wisatawan datang tidak hanya menikmati satu produk, tapi diarahkan untuk mengonsumsi/merasakan produk secara terpadu,” katanya.
Menurutnya, Desa Wisata Budaya Suranadi memiliki 8 potensi unggulan yang mampu menjadi motor penggerak ekonomi local di antaranya kafe/warung tradisional dengan kuliner khas sebagai daya tarik utama; Homestay berupa akomodasi berbasis masyarakat dengan nuansa local; Kolam Renang sebagai fasilitas rekreasi keluarga; Produk UMKM sebagai oleh-oleh dan kerajinan khas desa; serta Tanaman Hias sebagai komoditas unik yang bernilai jual tinggi.
Diperlukan sinergi produk wisata dengan prinsip utama: “Setiap wisatawan yang datang minimal mengakses lebih dari satu produk.”
Karena itulah dibutuhkan Paket Terintegrasi, Branding & Digital Promotion dan event desa rutin.
“Event itu seperti “Weekend Suranadi Market & Culture”, bazar UMKM, pameran tanaman hias, kuliner tradisional, kolam renang family event, dan pertunjukan budaya, ” ujarnya.
Selain itu diperlukan Storytelling & Edukasi di mana pemilik usaha saling merekomendasikan produk lain serta Inovasi Desa Wisata Card.
Dengan model itu, kata Bratayasa, ekonomi lokal otomatis berputar di masyarakat karena masing-masing pelaku saling menopang.
Untuk itu enam pilar hexahelix seperti pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas masyarakat local, NGO, dan media, mutlak jalan bersama.
“Kalau dijalankan bersama, kolaborasi ini akan menciptakan ekosistem wisata budaya yang berkelanjutan,” ujarnya seraya menambahkan bahwa dampaknya akan meningkakan kunjunan wisatawan ke Suranadi 20-30 persen. ian
