Selong, DS– Lombok Timur (Lotim) menyatakan kesiapannya sebagai penyuplai utama daging sapi dan ayam untuk mendukung program strategis nasional Presiden Prabowo – Gibran yaitu program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lombok Timur telah menjalin kerjasama dengan sembilan provinsi di Indonesia.
Kesembilan provinsi mitra itu adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kerjasama ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan protein hewani pada Dapur Sehat program MBG di berbagai daerah.
Kepala Disnakeswan Lombok Timur, H. Masyhur, menjelaskan bahwa stok daging sapi dan ayam pedaging di Lotim sangat melimpah. Oleh karena itu, selain berfokus pada penyediaan daging, ia juga mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya untuk memanfaatkan peluang kerja sama yang lebih luas ini.
“Stok ayam pedaging dan daging sapi di Lotim cukup banyak. Sehingga saya mendorong kerja sama ini tidak hanya dalam bentuk daging saja. Namun OPD-OPD lain juga diharapkan bisa mengambil kesempatan,” terang Masyhur
Untuk menjamin kualitas dan keamanan produk daging yang dikirim, Disnakeswan melakukan pengawasan ketat terhadap Rumah Potong Hewan (RPH) dan Rumah Potong Unggas (RPU). Syarat utama untuk menjadi pemasok adalah memiliki sertifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV), Jurusan Sembelih Halal (Juleha), dan sertifikat halal. Hal ini untuk memastikan daging yang diproduksi higienis, aman, dan halal.
“Makanya sekarang kami mendorong tempat-tempat pemotongan harus memiliki NKV. Kami terus melakukan sosialisasi ke lapangan untuk kesiapan pengiriman daging ini,” jelasnya.
Kesiapan Lombok Timur sebagai pemasok daging didukung oleh data populasi ternak yang cukup besar . Populasi sapi di Lombok Timur saat ini mencapai 140.000 ekor, dengan 60 persen di antaranya sudah masuk kategori siap potong. Sementara untuk unggas, total populasi ayam (pedaging dan petelur) per tahunnya tidak kurang dari 13 juta ekor, meski jumlah peternak terdaftar baru mencapai 28 orang.
“Jumlah ayam yang dibawa keluar dari Lombok Timur sangat banyak, terutama ayam beku dan ayam petelur. Dan jumlah peternak kita semakin meningkat, maka populasi ayam akan terus meningkat,” tutup Masyhur.
Sementara itu Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Disnakeswan Lombok Timur Hultatang, menambahkan bahwa Lombok Timur merupakan satu-satunya kabupaten di Nusa NTB yang dinyatakan siap dan memenuhi semua persyaratan untuk melakukan pengiriman daging ke luar daerah. Kesiapannya juga didukung dengan adanya lima unit cold storage untuk menyimpan daging agar tetap segar selama proses distribusi.
“Kemarin kami sudah laporan ke Provinsi dan kita (Lotim) menjadi satu-satunya kabupaten yang dinyatakan siap untuk kirim daging ke luar daerah,”imbuhnya.li
