Pemprov NTB Bersiap Jadi Rumah Inovasi Nasional, Dorong Inovasi Berdampak Ekonomi

Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi,

Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) kian memantapkan langkah dalam pengembangan riset dan inovasi terapan sebagai strategi utama untuk memperkuat ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sejalan dengan itu, NTB tengah mempersiapkan diri untuk ditunjuk sebagai rumah inovasi oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama 11 daerah lainnya. Momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat ekosistem inovasi agar tidak hanya unggul secara konseptual, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi nyata.

Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi, menyampaikan bahwa secara kelembagaan capaian inovasi NTB menunjukkan tren yang sangat positif. Indeks Inovasi Daerah NTB berhasil meraih predikat Sangat Inovatif dengan skor 73,25, sementara Indeks Daya Saing Daerah berada di angka 3,53—melampaui rata-rata nasional sebesar 3,50.

“Ekosistem inovasi terus kita perkuat, begitu juga kolaborasi lintas sektor. Saat ini tantangan kita adalah mendorong implementasi dan pengembangan inovasi agar memberikan dampak ekonomi nyata,” ujarnya di Mataram, Selasa 14 April 2026.

Gede menjelaskan, dari total 139 inovasi yang tercatat di NTB, baru 48 inovasi yang masuk tahap pengembangan dan berhasil memperoleh sertifikasi kekayaan intelektual, seperti hak merek, hak paten, dan sebagainnya. Padahal, menurutnya, kepemilikan hak kekayaan intelektual menjadi kunci penting agar inovasi dapat dikomersialisasikan dan memberi manfaat ekonomi.

“Kalau inovasi sudah mendapatkan hak paten atau perlindungan kekayaan intelektual, di situlah peluang ekonomi terbuka. Karena itu, kami di BRIDA terus mendampingi para inovator melalui fasilitasi dan pembinaan agar inovasi mereka bisa naik kelas hingga tahap hilirisasi,” jelasnya.

Sejumlah inovasi unggulan NTB kini mulai diarahkan pada pengembangan berbasis ekonomi, seperti pengembangan Kebun Kongok dan budidaya kurma di Kabupaten Lombok Utara. Upaya ini menjadi bagian dari strategi hilirisasi produk inovasi agar memiliki nilai tambah dan daya saing.

Kepala BRIDA NTB menegaskan, penunjukan NTB sebagai salah satu dari 11 daerah calon rumah inovasi nasional merupakan peluang sekaligus tantangan besar. Untuk itu, diperlukan komitmen dan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk penguatan anggaran dan sinergi multipihak.

“Semua mitra akan kita libatkan. Fokus kita adalah hilirisasi produk inovasi sehingga benar-benar menghasilkan produk nyata yang berdampak pada ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, BRIDA NTB juga akan menggelar sayembara riset dan inovasi pada tahun ini guna menjaring ide-ide kreatif dan solutif dari berbagai kalangan.

Dengan berbagai upaya tersebut, Pemprov NTB optimistis mampu menjadikan inovasi sebagai motor penggerak pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (adi)

Exit mobile version