Mataram, DS-Pengurus LPAI dan salah seorang pejabat DP3A Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, mengunjungi LPA (Lembaga Perlindungan Anak) NTB, Kamis (8/8).
Kunjungan silaturahmi itu terkait sharing informasi tentang pencegahan perkawinan anak dan kekerasan terhadap anak khususnya yang menimpa anak sekolah.
Pengurus LPAI yang berkunjung yakni Bendahara LPAI Kutai Timur, Asnaini dan Kasubag Umum DP3A Kutai Timur, Dr. Mega Pujiarti. Mereka diterima Ketua LPA NTB, H. Sahan, SH serta sejumlah pengurus lain.
Menurut Asnaini, kendati NTB menempati posisi tertinggi dalam kasus perkawinan anak, ia mengharapkan dari silaturrahim tersebut bisa belajar fomula yang digunakan mengatasinya. Pasalnya, NTB saat ini tengah menjalankan program Berani II bekerjasama dengan Unicef yang fokus pada pencegahan perkawinan anak.
Di Kabupaten Kutai Timur, kata dia, perkawinan anak cukup tinggi namun faktor yang melatarinya sebagian besar adalah lingkungan seperti pergaulan bebas. Selain itu angka putus sekolah cukup berkontribusi dalam kasus perkawinan anak.
Bedanya dengan NTB, lanjut dia, faktor yang melatari kasus itu sebagian besar masalah adat.
Sementara giat program 2024 yang dijalankan di Kutai berupa sosialisasi ke daerah-daerah mengantisipasi munculnya kasus.
Menjawab penganggaran dalam isu ini di Kutai Timur, Asnaini mengatakan berasal dari pemerintah disamping menggunakan dana pokir wakil rakyat. Ian
Deklarasi Kades se Lombok Utara Warnai Launching Nol Perkawinan Anak
