KLU, DS-Wakil Bupati Kabupaten Lombok Utara, Danny Karter Febrianto, mengemukakan me-nol-kan perkawinan anak menuntaskan banyak masalah di berbagai sektor.
Usai menghadiri rapat koordinasi stakeholder terkait rencana launching nol perkawinan anak di NTB di Bale Jukung, Sabtu (8/6), Wabup Danny menilai sebaliknya membiarkan perkawinan anak berdampak multidimensi.
Namun, me-nol-kan perkawinan anak memerlukan kolaborasi berbagai pihak mengingat banyak sektor yang disentuh seperti pendidikan, kesehatan, sosial budaya, dan lain-lain. Sehingga OPD layanan harus bahu membahu mengatasinya.
Disisi lain, keterlibatan bernagai pihak pun tidak hanya pada tingkat kabupaten melainkan jugankecamatan, desa hingga titik terkecil dusun dan rumah tangga itu sendiri.
Danny menyambut baik kolaborasi NGO, pemerintah dan dunia usaha dalam penanganan masalah tersebut. Pasalnya, perkawinan anak mengakibatkan dampak buruk di masa mendatang seperti kemiskinan
Deklarasi nol perkawinan anak direncanakan 13 Juni mendatang di Desa Sigar Penjalin, Kabupaten Lombok Utara.
Lombok Utara merupakan salah satu dari tiga kabupaten dengan kasus tertinggi di NTB bersama Lombok Timur dan Lombok Tengah.
Sedangkan dalam kasus perkawinan anak ini NTB menempati posisi teratas di Indonesia dengan prosentase 17,32. Ian
