MATARAM – Tradisi peresean khas masyarakat Sasak kini merambah medium baru. Warisan budaya yang selama…
Dua Puisi H.Dienullah Rayes
MATA AIR TERJUN KE BUMI NURANI Akar pepohonan di hutan kalbu Mata air jelma…
Tiga Puisi Dienullah Rayes
LABOLATARIUM KETUHANAN I. Tuhan maha tinggi seluas pikiran dan perasaannya Saat ciptakan bumi yang membumi…
Puisi-puisi Dienullah Rayes
CINTA GANDA 1. Cinta kita sederhana saja Langit kalbumu biru Laut sukmaku pun biru melulu…
Menarik Perhatian Turis Manca Negara, Mandalika Art Community Gelar Pameran Seni Rupa Perdana
Mataram, DS-Mandalika Art Community untuk pertama kali menggelar Pameran Seni Rupa bertajuk “RESONANSI” di Taman…
Aktor: Pembawa Gerbong Historis dan Sosial
Teater, sebagaimana hidup itu sendiri, adalah ruang di mana tubuh, kata, dan sejarah saling bertemu….
Riuh Rendah Para Supporting: Menjaga Tubuh Kolektif Lakon Borka 2025
Di balik sorot lampu panggung, di balik tubuh-tubuh aktor yang menghidupkan naskah, ada gelombang kerja…
Memerdekakan Teks Dalam Teater Modern
Menurut Sutradara Teater Lho Indonesia R. Eko Wahono, dalam pertemuan ketjil sore 15 Oktober 2025…
Menempa Tubuh, Suara, dan Kesadaran Dalam Lakon Borka 2025
Lakon Borka yang dipentaskan pada Festival Teater Indonesia 2025 bukan sekadar perhelatan drama biasa. Ia adalah…
Lakon Borka 2025: Adaptasi “Belfegor” Karya Kiki Sulistyo
Hari pertama Festival Teater Indonesia (FTI) digelar di Taman Budaya Mataram pada 10 Desember 2025….
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.

