Tahap Pertama, Sebanyak 10 Mahasiswa STP Mataram akan Diberangkatkan ke Jepang

Pertemuan STP Mataram, PT Ina Nipon dan orangtua mahasiswa STP Mataram yang akan diberangkatkan ke Jepang.

Mataram, DS-Sebanyak 10 mahasiswa STP Mataram akan diberangkatkan ke Jepang pada tahap pertama bulan ini dalam rangka program internshif. STP Mataram bersama PT INA Nipon pada Rabu (16/4), melakukan pertemuan dengan orangtua mahasiswa  agar bisa menerima informasi mendetail terkait program tersebut.

Dalam program ini PT INA Nipon akan menanggung terlebih dulu biaya yang harus dikeluarkan oleh mahasiswa. Sedangkan STP Mataram menyiapkan sumber daya mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan setelah melalui seleksi ketat.

Ketua STP Mataram, Dr. Halus Mandala, didampingi Parman dari. PT INA Nipon dan Bidang Kerjasama STP Mataram, Lalu Mahsar, mengatakan sebanyak 6 perusahaan sudah berkunjung ke STP Mataram dengan harapan mahasiswa menguasai bahasa.

“Perusahaan Jepang minta mahasiswa bisa berbahasa Jepang. Karena itu STP Mataram menyiapkan instruktur bahasa Jepang selama 5 bulan memberikan pelatihan, ” kata Halus.

Pada 17 April tahun ini 10 mahasiswa  akan dilepas. Mereka akan diterima Yukai Resort. Tahap kedua berlangsung 28 April dan ketiga bulan Mei di perusahaan berbeda.

Mahasiswa yang terpilih itu, kata Halus, harus memiliki kejujuran, disiplin dan cepat dalam bekerja.

“Kalau biasa biasa saja tak usah. Kami berikan orang baru yang memberikan warna. Karena itu STP punya visi kerja keras dan kerja cerdas, ” ujarnya.

Ia berharap mahasiswa tidak melanggar budaya di sana. Karena, jika sudah bekerja di Jepang mudah bekerja di Indonesia dan jadi prioritas ketika bekerja lagi di Jepang.

Orangtua, kata Halus, harus memberi semangat, dorongan dan tidak setengah hati.

“Hanya dengan itu bisa ubah diri dan ekonomi, ” katanya.

Pada kesempatan itu, Faruq, orangtua mahasiswa, mempertanyakan komitmen kampus jika terjadi masalah menyusul masalah krusial yang terjadi di Myammar. Ia berharap pihak kampus tidak lepas tangan ketika mahasiswa menghadapi masalah. Jangan sampai, kata dia, ada saling lempar tanggung jawab.

Menjawab hal itu, Parman dari PT INA Nipon menegaskan jika proses tidak benar maka proses di luar negeri akan sulit. Sebaliknya jika proses benar maka tidak perlu ada kekhawatiran.

Ia mengatakan program ini sudah dimulai tahun 2022 di Sulawesi Utara. Di Sulut pihaknya bahkan menyalurkan pekerja magang tahun 2023 sekitar 600 orang.

Seangkan soal kewaspadaan, Halus Mandala menegaskan bahwa kekhawatiran sudah diantisipasi. Antara PT. INA Nipon dan STP Mataram sudah ada kerjasama dan telah dibuatkan Mou. Ian

Exit mobile version